Mekarbaru — Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 61 Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggagas program revitalisasi Taman Baca Masyarakat (TBM) Cahaya Mekar Baru di Kabupaten Serang yang telah lama tidak beroperasi. Program yang berlangsung sejak 7 Juli hingga 6 Agustus ini beranggotakan 17 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai program studi berbeda dengan diketuai oleh Riswan Fathurohman yang bertujuan menghidupkan kembali minat baca serta literasi masyarakat di Desa Mekarbaru yang belakangan mengalami penurunan cukup signifikan.
Terhenti Sejak Pandemi
TBM Cahaya Mekar Baru sebelumnya menjadi salah satu ruang belajar dan membaca favorit warga, khususnya anak-anak dan remaja setempat. Namun, sejak masa pandemi COVID-19, kegiatan operasional taman baca ini terhenti dan tidak pernah kembali berjalan normal.
Ketua TBM Cahaya Mekar Baru, Teti Mulyasari, mengungkapkan bahwa penutupan tersebut tidak lepas dari menurunnya antusiasme warga terhadap kegiatan membaca pascapandemi.
“Perpustakaan Cahaya Mekar Baru sudah tidak beroperasi setelah renovasi saat covid 19, dikarenakan sudah berkurang minat baca di daerah Mekarbaru,” ujar Teti.
Kondisi ini menjadi keprihatinan tersendiri, mengingat TBM sejatinya memiliki peran penting sebagai pusat literasi masyarakat, terutama bagi generasi muda di wilayah pedesaan yang aksesnya terhadap bahan bacaan masih terbatas.
Sebulan Penuh Aksi Nyata Mahasiswa
Selama kurang lebih satu bulan masa pengabdian, dari 7 Juli sampai 6 Agustus, KKM 61 Literasi Untirta fokus menjadikan revitalisasi TBM Cahaya Mekar Baru sebagai program unggulan
pengabdian masyarakat mereka. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
Penataan ulang ruang baca, agar TBM kembali nyaman dan menarik untuk dikunjungi.
Pendataan dan penambahan koleksi buku, guna memperkaya bahan bacaan yang tersedia.
Kegiatan literasi interaktif, seperti mendongeng, membaca bersama, dan permainan edukatif untuk menarik minat anak-anak.
Sosialisasi pentingnya literasi kepada warga, khususnya orang tua, agar turut mendukung kebiasaan membaca anak-anak sejak dini.
Riswan Fathurohman menegaskan bahwa program ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat Mekarbaru. Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan warga setempat menjadi kunci keberhasilan program revitalisasi ini.
Festival Literasi, Malam Puncak Sekaligus Perpisahan
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, KKM 61 Literasi Untirta menggelar Festival Literasi yang dilaksanakan langsung di TBM Cahaya Mekar Baru pada penghujung masa KKM. Acara ini menjadi malam puncak sekaligus momen perpisahan mahasiswa dengan warga Desa Mekarbaru setelah sebulan penuh berkegiatan bersama.
Festival Literasi dimeriahkan dengan berbagai kegiatan bertema literasi, mulai dari pameran hasil karya anakanak binaan TBM, pertunjukan seni, hingga apresiasi kepada warga dan pihak-pihak yang telah mendukung berjalannya program selama ini. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol serah terima semangat pengelolaan TBM kepada masyarakat setempat, agar keberlangsungannya dapat terus terjaga meski masa KKM telah usai.
Harapan untuk Masa Depan Literasi Mekarbaru
Melalui program revitalisasi dan Festival Literasi ini, KKM 61 Literasi Untirta berharap TBM Cahaya Mekar Baru dapat kembali menjadi ruang belajar yang hidup dan aktif digunakan oleh warga, khususnya anak-anak dan remaja.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya literasi sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Dengan sinergi antara mahasiswa, pengelola TBM, dan masyarakat setempat, semangat membaca di Desa Mekarbaru diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi kebiasaan yang berkelanjutan, jauh melampaui masa KKM yang telah berakhir.
(OM)
